Translate

Jumat, 23 Agustus 2013

One of boru sihombing................

Syalom bloggers

Di postingan kali ini saya mau mencurahkan isi hati saya ke dalam blog ini..., lohhh?????? ( tumben biasanya juga isi postingannya ttg trik, cara, pengetahuan umum dan tutorial hehehehehehe ) yaahh dengan kata lain ini adalah postingan saya ttg isi dari dalam hati saya. ( yaela sekalian isi dari dalam dompet ).

Entah kenapa aku begitu terobsesi mencari pacar dan pasangan hidup boru sihombing....( kya gak ada lagi boru yang lain apa ya....)
1 yang mungkin menjadi alasanku adalah faktor dari sang ibu/mama.....

ya....my mother boru sihombing...tepatnya sihombing lumbantoruan no 17. dari faktor itu jelas aku ingin wanita yang menjadi pacar dan pasangan hidup adalah paribanku. ada beberapa alasan yang menguatkan obsesiku mencari boru sihombing sbg calonku ( calon presiden kali ya ), aku sangat sayang sekali sma mama, mama adalah orang yang paling berjasa dalam hidupku, mama yang melahirkanku, mama yang membesarkanku, mama yang mendidikku akan ttp Tuhan menginginkan mama utk pergi ke surga lebih cepat di saat aku berusia 9 tahun, jujur aku sedih sekali saat itu di tinggal oleh seorang ibu yg sgt berjasa dlam hidupku ttp aku percaya Tuhan punya rencana yang indah di balik itu semua. dari situlah mulai obsesiku mencari pasangan dgn marga yang sama dengan mama, jujur aku sangat kurang kasih sayang seorang ibu, yang selalu menyemangatiku dan memperhatikanku, aku ingin lampiaskan itu semua dengan pasanganku yg marganya sma dengan mama yg tak lain paribanku, aku ingin menganggap pariban sma seperti mama di dalam kehidupanku...dan juga aku ingin menyayanginya setulus hatiku sma seperti aku menyayangi mamaku sndiri,



aku pernah berpacaran sekali dengan boru hombing, akan ttp dia tidak suka jika aku menganggap dia sbg mamaku sndiri, dan akhirnya kami pun berpisah, ( lagipula faktor jarak yang sangat jauh ) kami berpisah secara baik2 dan sma2 sadar bahwa hbungan ini tidak bisa di lanjutkan lagi, aku tidak menyerah, aku mencari dan mencari lagi yang menurutku bisa menjadi yang seperti kuharapkan, dari yang jarak jauh, jarak menengah smpai jarak dekat aku mencarinya, tp tdk ada satupun yang kutemukan sesuai dengan harapanku, hingga pada akhirnya di saat tdk sengaja mengadd pertemanan di facebook dan berteman, aku iseng membuka profilnya...( iseng x ya aku, dasar sihaloho nasada on ), saat kulihat fotonya waaooww dia sungguh cantik ya 11-12 lah cantiknya sma mama hehehe....lalu aku sering mengomentari statusnya, sling chatting, hingga aku meminta no hpnya dan diapun memberinya. sungguh senang bgt hatiku ( padahal cuma di kasih no hp doank,,,, ehhheee sai na adong2 do sihaloho nasadaon) ternyata dia tgl di Jakarta dan kuliah disana tp asli dari hitaan tpatnya linhut, aku sering mengirim pesan ke dia dan dia pun membalasnya dengan ramah dan penuh senyuman....sungguh itu membuatku jadi penasaran dengannya, timbul suatu rasa yang aku juga tidak tahu knp bisa tmbul rasa tsb ( rasa barbeque x ya hehehe), hingga akhirnya ada niat utk mendekatinya.....akan tetapi aku berpikir dengan wanita secantik dan seramah dia pasti byak laki2 yg ingin mendekatinya....aku bingung apa aku harus terus maju apa terus mundur....krn jujur aku paling tdk bisa bersaing hanya utk mengambil hati seorang wanita....mungkin krn sifatku pemalu tdk seagresiv seperti laki2 biasanya ( na boha do si thomas on ) dan juga sepertinya dia jg tdk tertarik denganku.....ingin rasanya menyudahi rasa ini, akan ttp aku sering memikirkan dia terus ( knp bs gtu ya..??? aku juga heran ) haduh udah dah, sepertinya ni rasa udh stadium akut bisa smpai segitunya...


hingga sekarang aku masih memikirkannya, gak di kantor, di rumah smpai makan di warteg aku memikirkannya ( buseeettt smpai segitunya ), aku bgung apa yang harus kulakukan, hruskah aku mndekatinya...ntah lah smpai skrg itu yg mash jadi angan2ku...akan ttp yang jelas dia selalu hadir di dlam pikiranku....ingin rasanya dia mengetahui perasaanku ini, tp menurutku itu mustahil, krn dia juga tdk ada respon apa2....hmmmm....gk enak juga sih klo kya gini ujungnya....tp ya mau bagaimana lagi namanya juga perasaan manusia, gk bisa dipaksakan....tapi aku msh berharap ada celah utk mendekatinya...yah peluang itu sepertinya masih ada, kesempatan kecil yang tidak akan ku sia2kan...utk mendapatkan hatinya....hati seseorang.....seseorang yang membuatku seperti terhipnotis, seseorang yang membuatku menjadi gelisah...seseorang yang sering hadir di dalam pikiranku.....ya seseorang itu adalah dia....

dia......

***a****i**sihombing.






Rabu, 12 Juni 2013

Trik Internet Gratis 3 (Tri) / XL / Telkomsel dengan menggunakan SSH

Untuk yang belum mengerti SSH bisa googling sendiri soalnya saya juga belum paham bgt ntar klo di kasih tau takut salah.  mungkin artikel ini juga dibuat tanpa pemahaman yang begitu jelas, pokoknya asal bisa internetan gratis lah . .

Trik ini sudah saya test dan work 100% menggunakan kartu 3 yang sudah terdaftar paket Always On dengan sisa kuota internet 0 kb,  untuk kartu XL dan Telkomsel barangkali agan bisa nyobain sendiri setelah baca artikel ini caranya juga ga jauh beda.

Tahap pemanasan :
Download Injekan, BitVise SSH Client versi terbaru, Proxifier dan akun SSH. Bahanya udah saya kumpulin tinggal Download aja disini
Extract dan masukan Password “rizal26” tanpa tanda kutip kemudian Install BvSshClient-Inst.exe dan Proxifier, khusus untuk proxifier setelah instalasi selesai masukan registration key dengan cara klik menu help di proxifier lalu pilih registration, pada baris pertama masukan nama agan atau terserah mau nama apa aja yang penting diisi. Baris kedua isi dengan registration key yang sudah tersedia di notepad, dan klik OK
Setelah selesai instalasi tutup kedua tools di atas takutnya koneksi yang mau di hubungkan ga singkron sama modem.

Tahap Pertempuran :
Colok modem dan klik konek/connect dari aplikasi bawaan modem
Buka injekan.exe klik Mulai, jika ada pop up dari windows terkait firewall klik aja allow access Pastikan Listen Port nya 8888
Buka BitVise dan klik Load profile pilih server dari folder SSH, contoh saya memilih SG.bscp karna server nya lumayan kenceng lalu klik open atau agan bisa ganti SSH Profile yang lain jika sewaktu2 server mati / tidak berfungsi. Tambahkan “@tri” untuk pengguna kartu 3(tri) / “@xl” untuk XL / “@tsel” untuk Telkomsel di belakang SSH Host, lihat gambar dibawah pada no 4 !! kalo agan lupa nambahin nama provider di belakang SSH Host biasanya ada peringatan dari tools injekan.
Atur proxy di proxy seting , ceklis Use proxy > server : 127.0.0.1 > Port : 8888 > Proxy type : HTTP > Username & Pass [dikosongkan], klik tombol OK kemudian login. Atau bisa lihat gambar di bawah.
Tunggu beberapa saat sehingga muncul tulisan “Initializing SOCKS / HTTP CONNECT proxy on 127.0.0.1:1080 succeeded.” lihat gambar ! Pada tahap ini laptop/PC agan belum bisa terhubung ke jaringan internet / belum bisa internetan. kalo blm konek juga lihat tools injekan biasanya doi ngasih tau klo bitvise ga konek, klik aja "OK", kemudian login kembali, ulangi lagi terus sampai konek soalnya server kadang2 rada error. harap bersabar ya
Buka Proxifier, klik menu profile pilih proxy server kemudian klik tombol add. Disini agan harus menyesuaikan settingan proxy server dengan yang ada di aplikasi BitVise . Lihat gambar ! Klik OK Jika settingan proxy server  sudah sesuai dengan gambar.
Selamat menikmati internet gratis !
NB :
Server SSH sewaktu2 bisa mati, so' untuk solusinya bisa agan cari sendiri atau bergabung di forum SSH internet gratis.
Kalo mau ganti server / server disconnect, tutup semua aplikasi di atas kemudian ulangi kembali tahapannya.
untuk server SSH yang lain bisa kunjungi http://sshgratis.com, di sana ada beragam pilihan host server + port dari berbagai negara.

salam


Thomas Pradipta Sihaloho.







Selasa, 11 Juni 2013

Mengapa Kita Bisa Kesetrum ?

Ada yang pernah merasakan kesetrum? Tahu khan kesetrum? Itu lho, tersengat arus listrik karena kebetulan kamu menyentuh kabel beraliran listrik, atau colokan listrik di dinding, atau juga saat kamu memasang lampu. Hati-hati ya, karena sengatan listrik ini bisa membahayakan jiwa kamu. Tapi pernahkan kamu melihat burung-burung bertengger di kabel listrik? Apakah mereka tidak kesetrum juga? Mengapa bisa begitu ya?



Bagaimana dengan burung-burung yang bertengger di kabel tadi? Betul, mereka bukanlah “jalan tol” bagi arus listrik untuk menuju bumi, karena mereka ibarat jalan buntu (burung tidak memberi jalan dari kabel ke tanah).

Arus listrik adalah aliran elektron, mudahnya begini, lampu di rumah kamu bisa menyala karena ada elektron yang “diberi jalan” melewati dan memanaskan kawat pijar di dalam bola lampu hingga menyala. Semua arus listrik akan menjalani siklus mulai dari tempat dia berangkat (di pembangkit listrik) lalu “melewati” alat-alat listrik di rumah kamu, dan kemudian berakhir di bumi (ground)Dengan konsep “jalur cepat” tadi, kamu bisa menghindari “kesetrum” dengan cara memotong jalan, seperti dengan menggunakan sendal karet, atau biasanya pembantu kamu selalu berdiri di atas alas lantai pada saat menyetrika. Amati juga tukang service listrik yang sedang membetulkan listrik, mereka menggunakan peralatan yang tidak dapat menghantarkan listrik seperti plastik, kayu, karet. Benda benda ini disebut INSULATOR

Satu hal lagi, kaki-kaki burung juga relatif berjarak dekat, sehingga tidak ada perbedaan energi antara kaki satu dengan yang lainnya. Dalam beberapa kasus, jika kamu kebetulan berada di alam terbuka dengan hujan lebat dan disertai petir, jangan lah berlari, karena “tegangan langkah” yang terjadi antara kedua kaki kamu akan memberikan ancaman jika kebetulan ada petir menyambar pohon tidak jauh dari diri kamu. Arus listrik yang lewat di bawah kamu akan “berpindah” dari kaki satu ke kaki yang lain, dan kamu pun “kesetrum” .

Selasa, 28 Mei 2013

a song for mother....

ENTAH kenapa saya selalu menyukai lagu yang menggambarkan sosok seorang ibu. Sungguh, saya selalu merinding mendengar lagu “Mama I’m Coming Home”-nya Ozzy Ousborne,  “Mother”(John Lennon),  sampai “Mama” (Eddy Silitonga).
Mungkin karena saya terlalu mengagungkan sosok seorang ibu. Seorang yang sangat berjasa terhadap kehidupan kita. Sosok yang rela bersusah-payah mengandung hingga sembilan bulan, kemudian menentang maut saat melahirkan kita.
Sosok yang pertama kali mengajari kita tentang kehidupan, sosok yang selalu mendoakan kita di setiap napasnya, sosok yang tak pernah rela kita tersakiti, sosok yang selalu ada saat kita membutuhkannya. Wajar, jika kita pun tak akan rela saat beliau menitikkan air mata.
Ada satu lagu tentang ibu yang menurut saya luar biasa super. Sumpah, saya kerap menitikkan airmata saat mendengar lagu ini. Judulnya, “Mama Don’t You Cry”, yang dinyanyikan Steelheart, grup glam metal asal Conecticut, Amerika Serikat.
Di lagu ini, Milijenko Matijevic, sang pencipta lagu, sekaligus vokalis Steelheart, menceritakan perasaannya yang hancur lebur, setelah kehilangan sang ibu. Matijevic menuturkan, betapa dia tak bisa hidup tanpa orang yang melahirkannya itu.
Dengan range vokal yang sangat lebar, Matijevic membuat lagu ini terdengar sangat menyayat, dan syahdu tanpa tak terkesan mellow. Denting piano yang dimainkan Matijevic juga menambah kesan mendalam. Di pengujung lagu, koor anak-anak membuat lagu-lagu ini benar-benar bernyawa.
Ah, Steel Heart, yang di masa berjayanya juga beranggotakan  Chris Risola dan Frank DiCostanzo (gitar), James Ward (bass), serta John Fowler (drum) itu memang paling jago memainkan emosi pendengarnya lewat lagu-laga balada mereka. Mungkin tak semua rekan Kompasianers ngeh dengan nama grup ini.
Baiklah saya bantu. Ini adalah grup yang meledak di pertengahan tahun 1990-an, dengan lagu hits mereka, “She’s Gone”. Ya, di lagu itu, vokal fenomenal Matijevic, memang benar-benar membius penikmat glam metal.
Semua pencinta rock 1990-an, khususnya slow rock, pasti ngeh betapa dahsyat aksi vokal Matijevic di lagu itu. Vokal Matijevic sedikit lebih tebal dari Sebastian Bach, vokalis Skid Row. Namun vokal Matijevic, menurut saya, jauh lebih gagah, lebih berkarakter.
Jika Anda sempat menyaksikan film “Rockstar” yang dibintangi Mark Wahlberg, Matijevic inilah yang mengisi vokal saat tokoh Chris Cole yang diperankan Wahlberg, bernyanyi. Di film ini, salah satunya Matijevic menyanyikan lagu Steelheart, “We All Die Young”.


Kembali ke Steelheart,  di awal tahun 1990-an, lagu “She’s Gone” memang sangat terkenal. Hampir di setiap album kompilasi ballada, atau slow rock, memasukkan lagu ini sebagai salah satu “headline”. Sementara di panggung-panggung rock di Jakarta, hanya band-band tertentu yang mampu membawakan lagu ini dengan sempurna.
Hebatnya, Steelheart tak terjebak kesan cengeng dengan lagu tersebut lantaran mampu mempertontonkan kesan macho di lagu-lagu lainnya. Sebut saja lagu-lagu “Love ain’t Easy”, “Can’t Stop Me Loving You”, atau “Rock n Roll” yang mencerminkan Steelheartsebagai band rock asli. Sound gitar yang meraung-raung milik Risola dan DiCostanzo benar-benar khas band metal.
Hanya memang, harus diakui, justru leewat lagu-lagu slow rock dan balada-lah nama Steelheartmenjulang. Buktinya, di album kedua, Tangled in Reins, mereka jagu menjagokan lagu “Mama Don’t You Cry” sebagai hits single. Begitu jgua di album selanjutnya, Wait, yang menjagokan “Wait” dan “We All Die Young” yang bergenre sweet rock.
13135885541178254605

Namun, sayang, nama Steelheart seperti langsung tenggelam setelah album Wait ini. Mereka memang sempat muncul dengan mini album Just A Taste dan album full Good 2B Alive di tahun 2006 dan 2008. Namun, dua album itu sama sekali tak mampu mengangkat kembali nama Steelheart.
Sampai saat ini, Steelheart sebenarnya masih eksis. Mereka bahkan baru saja menyelesaikan tur Asia, dan kabarnya, siap merilis album baru di Korea dan Cina. Namun, hanya Matijevic dan Risola yang merupakan personel asli. DiCostanzo dan Ward sudah tak lagi bersama mereka. Begitu juga dengan Fowler yang meninggal lantaran pendarahan otak tahun 2008 lalu.
Namun begitu, bagi saya, Steelheart tetap memiliki tempat tersendiri. Maklum, begitu banyak kenangan saya miliki bersama grup ini. 
Dulu, dengan lagu itu di telinga, lewat kabel ear phone, saya mempunyai mimpi menjadi seorang rockstar, halahhhh….

13135886031788420124
GARANG - Aksi Milijenko Matijevic masa 

Dan, tentu saja lagu “Mama Don’t You Cry” mengingatkan saya akan mama yang telah pergi untuk selama-lamanya. 
Imannuel. 

Jumat, 17 Mei 2013

100 Lagu Country Terbaik Sepanjang Masa Versi top 100


“Almost Like a Song” – Ronnie Milsap
“A Woman in Love” – Ronnie Milsap
“Always On My Mind” – Willie Nelson
“Amanda” – Waylon Jennings
“Anymore” – Travis Tritt
“Blue Eyes Crying In The Rain” – Willie Nelson
“Amazed” – Lonestar
“Before The Next Teardrop Falls” – Freddy Fender
“Behind Closed Doors” – Charlie Rich
“Cold Cold Heart” – Hank Williams
“Cowboy Take Me Away” – Dixie Chicks
“Crazy” – Patsy Cline
“Breathe” – Faith Hill
“But For The Grace Of God” – Keith Urban
“Carrying Your Love With Me” – George Strait
“Forever And For Always” – Shania Twain
“From Here To Eternity” – Michael Peterson
“Gentle on My Mind” – Glen Campbell
“Don’t Take The Girl” – Tim McGraw
“Feels So Right” – Alabama
“Forever and Ever, Amen” – Randy Travis
“Golden Ring” – George Jones and Tammy Wynette
“Hello Walls” – Faron Young
“Help Me Make It Through the Night” – Sammi Smith
“Help Me Understand” – Trace Adkins
“He Stopped Loving Her Today” – George Jones
“He’ll Have To Go” – Jim Reeves
“Hello Darlin” – Conway Twitty
“How Do I Live” – Trisha Yearwood
“How Forever Feels” – Kenny Chesney
“I Believe” – Diamond Rio
“I Believe In You” – Don Williams
“I Do” – Paul Brandt
“I Do (Cherish You)” – Mark Wills
“I Fall To Pieces” – Patsy Cline
“I Love the Way You Love Me” – John Michael Montgomery
“I Can’t Help It (If I’m Still In Love With You)” – Hank Williams
“I Can’t Stop Loving You” – Don Gibson
“I Cross My Heart” – George Strait
“I Melt” – Rascal Flatts
“I Still Believe in You” – Vince Gill
“I Still Miss Someone” – Johnny Cash
“I Swear” – John Michael Montgomery
“I Walk The Line” – Johnny Cash
“I Wanna Make You Cry” – Jeff Bates
“I Will Always Love You” – Dolly Parton
“I’d Love To Lay You Down” – Conway Twitty
“If Tomorrow Never Comes” – Garth Brooks
“I’ll Go On Loving You” – Alan Jackson
“I’m Already There” – Lonestar
“Keeper Of The Stars” – Tracy Byrd
“Kiss An Angel Good Mornin’” – Charley Pride
“Let’s Make Love” – Faith Hill & Tim McGraw
“Love Me Tender” – Elvis Presley
“Love, Me” – Collin Raye
“I’m So Lonesome, I Could Cry” – Hank Williams
“It Only Hurts When I Cry” – Dwight Yoakam
“It’s a Love Thing” – Keith Urban
“It’s Your Love” – Faith Hill & Tim McGraw
“Lovesick Blues” – Hank Williams
“Me And You” – Kenny Chesney
“Must Be Doin’ Somethin’ Right” – Billy Currington
“My Woman, My Woman, My Wife” – Marty Robbins
“No Place That Far” – Sara Evans
“One More Day” – Diamond Rio
“Only One Love In My Life” – Ronnie Milsap
“She’s Got You” – Patsy Cline
“She’s More” – Andy Griggs
“Somebody Like You” – Keith Urban
“Something That We Do” – Clint Black
“Strawberry Wine” – Deana Carter
“Pure Love” – Ronnie Milsap
“Raining On Sunday” – Keith Urban
“Remember When” – Alan Jackson
“She’s In Love With The Boy” – Trisha Yearwood
“The Dance” – Garth Brooks
“Unanswered Prayers” – Garth Brooks
“We Danced” – Brad Paisley
“What a Beautiful Day” – Chris Cagle
“When I Call Your Name” – Vince Gill
“The Heart Won’t Lie” – Reba McEntire & Vince Gill
“The Man In Love With You” – George Strait
“The One” – Gary Allan
“This Kiss” – Faith Hill
“To Make You Feel My Love” – Garth Brooks
“Today I Started Loving You Again” – Merle Haggard
“Tonight I Wanna Be Your Man” – Andy Griggs
“You Won’t Ever Be Lonely” – Andy Griggs
“Your Everything” – Keith Urban
“Your Man” – Josh Turner
“Two Sparrows in a Hurricane” – Tanya Tucker
“When I Said I Do” – Clint Black and Lisa Hartman Black
“When Somebody Loves You” – Alan Jackson
“When We Make Love” – Alabama
“You’re My Best Friend” – Don Williams
“You’re The Best Part of Me” – Dale Watson
“When You Say Nothing At All” – Keith Whitley
“Where’ve You Been” – Kathy Mattea
“You Had Me From Hello” – Kenny Chesney
“You Won’t Be Lonely Now” – Billy Ray Cyrus

Kamis, 04 April 2013

Misteri Tempat Pengasingan Soekarno Di Parapat.


Parapat adalah wilayah di tepian Danau Toba, Sumatra Utara. Kota ini seakan menjadi saksi bisu guratan sejarah bangsa Indonesia. Saksi bisu penderitaan yang dialami proklamator Bung Karno.


Sebuah rumah sederhana berdinding kayu yang dihadapkan pada panorama Toba pun seakan menjadi sejarah tidak terlupakan bagi Bung Karno. Hanya sedikit yang tahu jika pada akhir tahun 1948, tokoh proklamator itu pernah menjalani pengasingan di gubug reyot itu. Pengasingan selama 22 hari oleh pemerintah Belanda, tanpa alat elektronik dan alat komunikasi.

Hampir 60 tahun berselang, namun gubug reyot itu masih berdiri kokoh di tepian Toba. Hanya saja, gubug pengasingan itu tak lagi reyot. Gubug itu kini menjelma sebagai sebuah wisma megah yang difungsikan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan Pemprov Sumatra Utara.

Bekas gubug reyot itu dibangun dua lantai dengan empat kamar tidur yang cukup luas. Memasuki wisma tersebut, pengunjung akan diajak mengenal lebih dekat sosok Bung Karno. Berbagai foto dan kenangan Bung Karno selama berada di pengasingan terpasang di dinding-dinding wisma tersebut.

Seiring dengan perjalanan sejarah, wisma pengasingan itu lantas memunculkan misteri tersendiri bagi pengunjungnya. Tetap Suparto (40), penjaga wisma tersebut, mengungkapkan banyak cerita misteri yang seringkali mewarnai keberadaan gubug bekas tempat tinggal Bung Karno itu.

“Kalau malam, banyak pengunjung yang sering mendengar suara-suara dan langkah kaki dari ruang pertemuan yang dulu dipakai Bung Karno,” ujarnya. Bahkan, pengunjung yang menginap pun tak jarang mengalami tindihan. Tak hanya itu, Tetap Suparto lantas menunjukkan sebuah foto yang cukup membuat bulu kuduk berdiri.

Foto itu memperlihatkan gambar depan wisma Bung Karno dengan sebuah bayangan yang menampilkan sosok perempuan berambut hitam panjang, dengan gaun putih. Wanita itu berdiri menggantung tanpa kaki. “Ini yang memberi turis yang penasaran setelah memfoto bagian depan kok muncul bayangan ini,” tutur pria yang telah bekerja di wisma tersebut selama 18 tahun.


Meski banyak misteri yang menyelimuti wisma pengasingan Bung Karno ini, namun Tetap Suparto bersyukur dirinya tidak pernah menemui langsung hal-hal gaib itu. Padahal dia, istri dan empat anaknya sudah belasan tahun tinggal di kompleks tersebut. “Mungkin sudah jodoh kali ya,” pungkasnya.

Rabu, 03 April 2013

Kaya dan Miskin


Satu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki keluarga yang amat miskin.

Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :

“Bagaimana perjalanannya nak?”.

“Perjalanan yang hebat, yah”.

“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,” Si bapak bertanya.

“O tentu saja,” jawab si anak.


“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata si bapak.

Si anak menjawab :

Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat anjing.

Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita, tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.

Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.

Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang teras mereka adalah horizon yang luas.

Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang.

Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain.

Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.

Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.

Ayah si anak hanya bisa bungkam.

Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.
kumpulan kisah inspirasi terbaik

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
Kaya dan Miskin tergantung pada persepsi kita sendiri, bukan pada penilaian orang lain.
Orang lain yang tampak miskin bagi kita, boleh jadi termasuk kaya menurut orang lain, atau bahkan mereka sendiri
Kisah diatas mendorong kita untuk selalu melihat perspektif lain...

Rabu, 20 Maret 2013

Benarkah ada misteri dibalik keindahan tepi danau toba di Desa Nainggolan-Samosir


Danau Toba, danau terbesar se Asia Tenggara ini, mejadi salah satu danau terbesar di dunia, diantara danau-danau lainnya. Keberadaan Pulau Samosir yang dikelilingi oleh Danau Toba, menjadi sebuah nilai lebih danau lain di Asia Tenggara.

Tidak sedikit pengunjung yang sudah pernah datang langsung melihat keindahan Danau Toba, merasa kagum akan panorama yang dimiliki Danau Toba, baik pengunjung lokal maupun Internasional. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Samosir, tengah melakukan berbagai persiapan dalam rangka penyelenggaraan agenda pariwisata nasional tahunan yakni Festival Danau Toba, sebagaimana dahulu lebih dikenal dengan istilah Pesta Danau. Namun, dibalik keindahan Danau Toba yang menjadi salah satu icon wisata kebanggaan warga Sumatera Utara tersebut, terungkap berbagai pengakuan masyarakat yang sering dikait-kaitkan dengan kesan misteri atau mistis di beberapa lokasi tepi Danau Toba. Sebut saja Pantai Pandua yang berada di Desa Nainggolan-Kecamatan Nainggolan. Beberapa kejadian unik yang sering dikait-kaitkan dengan hal-hal gaib, sering terjadi di lokasi tersebut.

Sekitar tahun 1990an, salam satu istir mantan camat Kecamatan Nainggolan (saat itu Kecamatan Nainggolan dipimpin marga Tambunan), mengalami kejadian janggal, dimana istir Pak Tambunan, hanyut seketika di danau toba, tepatnya di pantai (tepi danau) Pandua (lokasi Kantor Camat Nainggolan saat ini-red) dan akhirnya dapat diselamatkan oleh salah satu warga Bonapasogit. Konon, menurut cerita beberapa warga yang saat itu turut menyaksikan kejadian aneh tersebut, menyebutkan bahwa istri mantan Camat Nainggolan yang memimpin di era 90an tersebut, mandi di pantai Pandua dengan mengenakan beberapa barang-barang perhiasan, sementara lokasi pantai Pandua, diyakini memiliki penunggu yang sering mengincar korban yang mandi dengan mengenakan perhiasan maupun warga pendatang baru. Sesuai keterangan warga yang masih hidup hingga saat kisah ini diangkat oleh team Bonpas, istri mantan camat Nainggolan, dapat diselamatkan namun segala perhiasan yang dikenakan, dinyatakan hilang. Dan sesuai keyakinan warga setempat, perhiasan yang dikenakan istri mantan camat Nainggolan tersebut, diyakini hilang karena diambil sang penunggu yang ada di daerah Pantai Pandua.

Kemudain, masih pada tahun 1990an, salah seorang warga dinyatakan hilang dilokasi pantai Pandua-Desa Nainggolan, setelah sebelumnya mandi di tempat yang sama dimana istri mantan camat Nainggolan mengalami kejadian aneh tersebut.
Semenjak kejadian-kejadian janggal yang sudah banyak menelan korban itu, hingga saat ini, lokasi pantai pandua, masih dinilai kramat bagi warga setempat, sehingga tak sedikit warga yang sudah mengetahui hal keramat tersebut, merasa was-was ketika hendak mandi ke Pantai Pandua yang berlokasi di daerah Kantor Camat Nainggolan-Samosir. Lalu, benarkan misteri atau hal keramat seperti yang diyakini warga setempat (Pandua-Nainggolan, red) benar adanya? dan bagaimana dengan beberapa lokasi tepi danau toba yang konon kisahnya juga mengandung usur gaib tersebut? ikuti penelusuran team Bonpas selanjutnya.

Percaya atau tidak dengan hal unik berbau keramat ini, menguasai tehnik berenang atau sedikitnya paham dengan kondisi danau/sungai serta dasar daripada lokasi danau/sungai tempat kita berenang, setidaknya dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang bersifat merugikan atau menelan korban "hanyut/tengelam". Dan air yang tampak tenang, tidak sepenuhnya menjanjikan kenyamanan untuk berenang/menyelam.

Note:
"Tumbuhan air yang terdapat di dasar danau toba yakni sejenis lumut atau lumpur laut, memiliki sifat yang elastis atau mengikuti pergerakan air, sehingga keadaan rumput tersebut, menjadi acaman bagi para perenang/penyelam yang mengalami kontak langsung dengan rumput, dimana ketika benda bergerak yang melintas disekitar rumput/tumbuhan air tersebut, dengan mengikuti pergerakan benda bergerak, rumput seakan menjerat benda yang melintas disekitarnya, termasuk manusia yang menyelam/berenang disekitarnya. rumput akan mengikuti gerakan kaki, hingga secara langsung, rumput akan melilit kaki yang gerakannya sangat dekat dengan rumput".  Bisa saja hal ini menjadi salah satu faktor penyebab hanyutnya korban di beberapa lokasi tepi danau toba yang rata-rata memiliki tumbuhan air sejenis rumput laut.
Lokasi Pandua-Desa Nainggolan



Silsilah Dan Asal Usul Marga-Marga Batak dari Si Raja Batak


Horas...Somba marhula hula, Manat mardongan tubu, Elek marboru..


Berikut adalah silsilah marga-marga batak yang berasal dari Si Raja Batak yang disadur dari buku "Kamus Budaya Batak Toba" karangan M.A. Marbun dan I.M.T. Hutapea, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, 1987. Silsilah Raja Batak ini dicoba diterjemahkan dalam bentuk postingan biasa, semoga tidak membingungkan bagi pembaca yang kebetulan ingin mencari asal mula marganya SI RAJA BATAK dan keturunannya.

SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu :

1. GURU TATEA BULAN.
2. RAJA ISOMBAON.GURU TATEA BULAN

Dari istrinya yang bernama SI BORU BASO BURNING, GURU TATEA BULAN memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu :

- Putra :
a. SI RAJA BIAK-BIAK, pergi ke daerah Aceh.
b. TUAN SARIBURAJA.
c. LIMBONG MULANA.
d. SAGALA RAJA.
e. MALAU RAJA.

- Putri :
1. SI BORU PAREME, kawin dengan TUAN SARIBURAJA.
2. SI BORU ANTING SABUNGAN, kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA, putra RAJA ISOMBAON.
3. SI BORU BIDING LAUT, juga kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA.
4. SI BORU NAN TINJO, tidak kawin (banci).

TATEA BULAN artinya "TERTAYANG BULAN" = "TERTATANG BULAN".
RAJA ISOMBAON (RAJA ISUMBAON) RAJA ISOMBAON artinya RAJA YANG DISEMBAH. Isombaon kata dasarnya somba (sembah).

Semua keturunan SI RAJA BATAK dapat dibagi atas 2 golongan besar :
a. Golongan TATEA BULAN = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga GOLONGAN HULA-HULA = MARGA LONTUNG.
b. Golongan ISOMBAON = Golongan Matahari = Golongan Laki-laki. Disebut juga GOLONGAN BORU = MARGA SUMBA.

Kedua golongan tersebut dilambangkan dalam bendera Batak (bendera SI SINGAMANGARAJA), dengan gambar matahari dan bulan. Jadi, gambar matahari dan bulan dalam bendera tersebut melambangkan seluruh keturunan SI RAJA BATAK.

SARIBURAJA dan Marga-marga Keturunannya SARIBURAJA adalah nama putra kedua dari GURU TATEA BULAN. Dia dan adik kandungnya perempuan yang bernama SI BORU PAREME dilahirkan marporhas (anak kembar berlainan jenis).
Mula-mula SARIBURAJA kawin dengan NAI MARGIRING LAUT, yang melahirkan putra bernama RAJA IBORBORON (BORBOR). Tetapi kemudian SI BORU PAREME menggoda abangnya SARIBURAJA, sehingga antara mereka terjadi perkawinan incest.
Setelah perbuatan melanggar adat itu diketahui oleh saudara-saudaranya, yaitu LIMBONG MULANA, SAGALA RAJA, dan MALAU RAJA, maka ketiga bersaudara tersebut sepakat untuk membunuh SARIBURAJA. Akibatnya SARIBURAJA menyelamatkan diri dan pergi mengembara ke hutan Sabulan meninggalkan SI BORU PAREME yang sedang dalam keadaan hamil.

Ketika SI BORU PAREME hendak bersalin, dia dibuang oleh saudara-saudaranya ke hutan belantara, Tetapi di hutan tersebut SARIBURAJA kebetulan bertemu kembali dengan SI BORU PAREME.
SARIBURAJA datang bersama seekor harimau betina yang sebelumnya telah dipeliharanya menjadi "istrinya" di hutan itu. Harimau betina itulah yang kemudian merawat serta memberi makan SI BORU PAREME di dalam hutan. SI BORU PAREME kemudian melahirkan seorang putra yang diberi nama SI RAJA LONTUNG.

Dari istrinya sang harimau, SARIBURAJA memperoleh seorang putra yang diberi nama SI RAJA BABIAT. Di kemudian hari SI RAJA BABIAT mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga BAYOANGIN, karena selalu dikejar-kejar dan diintip oleh saudara-saudaranya.

SARIBURAJA kemudian berkelana ke daeerah Angkola dan seterusnya ke Barus. SI RAJA LONTUNG, Putra pertama dari TUAN SARIBURAJA. Mempunyai 7 orang putra dan 2 orang putri, yaitu :

- Putra :
a. TUAN SITUMORANG, keturunannya bermarga SITUMORANG.
b. SINAGA RAJA, keturunannya bermarga SINAGA.
c. PANDIANGAN, keturunannya bermarga PANDIANGAN.
d. TOGA NAINGGOLAN, keturunannya bermarga NAINGGOLAN.
e. SIMATUPANG, keturunannya bermarga SIMATUPANG.
f. ARITONANG, keturunannya bermarga ARITONANG.
g. SIREGAR, keturunannya bermarga SIREGAR.

- Putri :
a. SI BORU ANAKPANDAN, kawin dengan TOGA SIHOMBING.
b. SI BORU PANGGABEAN, kawin dengan TOGA SIMAMORA.

Karena semua putra dan putri dari SI RAJA LONTUNG berjumlah 9 orang, maka mereka sering dijuluki dengan nama LONTUNG SI SIA MARINA, PASIA BORUNA SIHOMBING SIMAMORA. SI SIA
MARINA = SEMBILAN SATU IBU.

Dari keturunan SITUMORANG, lahir marga-marga cabang LUMBAN PANDE, LUMBAN NAHOR, SUHUTNIHUTA, SIRINGORINGO,
SITOHANG, RUMAPEA, PADANG, SOLIN.

Dari keturunan SINAGA, lahir marga-marga cabang SIMANJORANG, SIMANDALAHI, BARUTU. Dari keturunan PANDIANGAN, lahir
marga-marga cabang SAMOSIR, GULTOM, PAKPAHAN, SIDARI, SITINJAK, HARIANJA.

Dari keturunan NAINGGOLAN, lahir marga-marga cabang RUMAHOMBAR, PARHUSIP, BATUBARA, LUMBAN TUNGKUP, LUMBAN SIANTAR, HUTABALIAN, LUMBAN RAJA, PUSUK, BUATON, NAHULAE.

Dari keturunan SIMATUPANG lahir marga-marga cabang
TOGATOROP (SITOGATOROP), SIANTURI, SIBURIAN.

Dari keturunan ARITONANG, lahir marga-marga cabang OMPU SUNGGU, RAJAGUKGUK, SIMAREMARE.

Dari keturunan SIREGAR, lahir marga-marga cabang SILO, DONGARAN, SILALI, SIAGIAN, RITONGA, SORMIN.

SI RAJA BORBOR Putra kedua dari TUAN SARIBURAJA, dilahirkan
oleh NAI MARGIRING LAUT. Semua keturunannya disebut marga BORBOR. Cucu RAJA BORBOR yang bernama DATU TALADIBABANA (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :
1. DATU DALU (SAHANGMAIMA), Keturunan DATU DALU melahirkan marga-marga berikut :
a. PASARIBU, BATUBARA, HABEAHAN, BONDAR, GORAT.
b. TINENDANG, TANGKAR.
c. MATONDANG.
d. SARUKSUK.
e. TARIHORAN.
f. PARAPAT.
g. RANGKUTI.

2. SIPAHUTAR, keturunannya bermarga SIPAHUTAR.
3. HARAHAP, keturunannya bermarga HARAHAP.
4. TANJUNG, keturunannya bermarga TANJUNG.
5. DATU PULUNGAN, keturunannya bermarga PULUNGAN.
6. SIMARGOLANG, keturunannya bermarga SIMARGOLANG.

Keturunan DATU PULUNGAN melahirkan marga-marga LUBIS dan HUTASUHUT. LIMBONG MULANA dan Marga-marga Keturunannya LIMBONG MULANA adalah putra ketiga dari GURU TATEA BULAN. Keturunannya bermarga LIMBONG. Dia mempunyai 2 orang putra, yaitu PALU ONGGANG dan LANGGAT LIMBONG.
Putra dari LANGGAT LIMBONG ada 3 orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga SIHOLE dan keturunan dari putranya yang ketiga kemudian bermarga HABEAHAN. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu LIMBONG.

SAGALA RAJA Putra keempat dari GURU TATEA BULAN. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga SAGALA.

LAU RAJA dan Marga-marga Keturunannya LAU RAJA adalah putra kelima dari GURU TATEA BULAN. Keturunannya bermarga MALAU. Dia mempunyai 4 orang putra, yaitu :
a. PASE RAJA, keturunannya bermarga PASE.
b. AMBARITA, keturunannya bermarga AMBARITA.
c. GURNING, keturunannya bermarga GURNING.
d. LAMBE RAJA, keturunannya bermarga LAMBE. Salah seorang keturunan LAU RAJA diberi nama MANIK RAJA, yang kemudian menjadi asal-usul lahirnya marga MANIK.

TUAN SORIMANGARAJA dan Marga-marga KeturunannyaTUAN SORIMANGARAJA adalah putra pertama dari RAJA ISOMBAON. Dari ketiga putra RAJA ISOMBAON, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :
a. SI BORU ANTING MALELA (NAI RASAON), putri dari GURU TATEA BULAN.
b. SI BORU BIDING LAUT (NAI AMBATON), juga putri dari GURU TATEA BULAN.
c. SI BORU SANGGUL HAOMASAN (NAI SUANON).

SI BORU ANTING MALELA melahirkan putra yang bernama TUAN SORBA DJULU (OMPU RAJA NABOLON), gelar NAI AMBATON.

SI BORU BIDING LAUT melahirkan putra yang bernama TUAN SORBA DIJAE (RAJA MANGARERAK), gelar NAI RASAON.
SI BORU SANGGUL HAOMASAN melahirkan putra yang bernama TUAN SORBADIBANUA, gelar NAI SUANON.

NAI AMBATON (TUAN SORBA DJULU / OMPU RAJA NABOLON) Nama (gelar) putra sulung TUAN SORIMANGARAJA lahir dari istri pertamanya yang bernama NAI AMBATON. Nama sebenarnya adalah OMPU RAJA NABOLON, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga NAI AMBATON menurut nama ibu leluhurnya.NAI AMBATON mempunyai 4 orang putra, yaitu :
a. SIMBOLON TUA, keturunannya bermarga SIMBOLON.
b. TAMBA TUA, keturunannya bermarga TAMBA.
c. SARAGI TUA, keturunannya bermarga SARAGI.
d. MUNTE TUA, keturunannya bermarga MUNTE (MUNTE, NAI MUNTE, atau DALIMUNTE). Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku "Tarombo Marga Ni Suku Batak" karangan W. Hutagalung) :

a. Dari SIMBOLON : TINAMBUNAN, TUMANGGOR, MAHARAJA, TURUTAN, NAHAMPUN, PINAYUNGAN. Juga marga-marga BERAMPU dan PASI.
b. Dari TAMBA : SIALLAGAN, TOMOK, SIDABUTAR, SIJABAT, GUSAR, SIADARI, SIDABOLAK, RUMAHORBO, NAPITU.
c. Dari SARAGI : SIMALANGO, SAING, SIMARMATA, NADEAK, SIDABUNGKE.
d. Dari MUNTE : SITANGGANG, MANIHURUK, SIDAURUK, TURNIP, SITIO, SIGALINGGING.

Keterangan lain mengatakan bahwa NAI AMBATON mempunyai 2 orang putra, yaitu SIMBOLON TUA dan SIGALINGGING.
SIMBOLON TUA mempunyai 5 orang putra, yaitu SIMBOLON, TAMBA, SARAGI, MUNTE, dan NAHAMPUN. Walaupun keturunan NAI AMBATON sudah terdiri dari berpuluih-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antar sesama marga keturunan NAI AMBATON.
Catatan mengenai OMPU BADA, menurut buku "Tarombo Marga Ni Suku Batak" karangan W. Hutagalung, OMPU BADA tersebut adalah keturunan NAI AMBATON pada sundut kesepuluh.Menurut keterangan dari salah seorang keturunan OMPU BADA (MPU BADA) bermarga GAJAH, asal-usul dan silsilah mereka adalah sebagai berikut :
a. MPU BADA ialah asal-usul dari marga-marga TENDANG, BUNUREA, MANIK, BERINGIN, GAJAH, dan BARASA.
b. Keenam marga tersebut dinamai SIENEMKODIN (Enem = enam, Kodin = periuk) dan nama tanah asal keturunan MPU BADA pun dinamai SIENEMKODIN.
c. MPU BADA bukan keturunan NAI AMBATON, juga bukan keturunan SI RAJA BATAK dari Pusuk Buhit.
d. Lama sebelum SI RAJA BATAK bermukim di Pusuk Buhit, OMPU BADA telah ada di tanah Dairi. Keturunan MPU BADA merupakan ahli-ahli yang trampil (pawang) untuk mengambil serta mengumpulkan kapur barus yang diekspor ke luar negeri selama berabad-abad.
e. Keturunan MPU BADA menganut sistem kekerabatan Dalihan Natolu seperti yang dianut oleh saudara-saudaranya dari Pusuk Buhit yang datang ke tanah Dairi dan Tapanuli bagian barat.

NAI RASAON (RAJA MANGARERAK) : nama (gelar) putra kedua dari TUAN SORIMANGARAJA, lahir dari istri kedua TUAN SORIMANGARAJA yang bernama NAI RASAON. Nama sebenarnya ialah RAJA MANGARERAK, tetapi hingga sekarang semua keturunan RAJA MANGARERAK lebih sering dinamai orang NAI RASAON. RAJA MANGARERAK mempunyai 2 orang putra, yaitu RAJA MARDOPANG dan RAJA MANGATUR.

Ada 4 marga pokok dari keturunan RAJA MANGARERAK :
a. Dari RAJA MARDOPANG, menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga SITORUS, SIRAIT, dan BUTAR BUTAR.
b. Dari RAJA MANGATUR, menurut nama putranya, TOGA MANURUNG, lahir marga MANURUNG. Marga PANE adalah marga cabang dari SITORUS.
NAI SUANON (TUAN SORBADIBANUA) : nama (gelar) putra ketiga dari TUAN SORIMANGARAJA, lahir dari istri ketiga TUAN SORIMANGARAJA yang bernama NAI SUANON. Nama sebenarnya
ialah TUAN SORBADIBANUA, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai TUAN SORBADIBANUA. TUAN SORBADIBANUA mempunyai 2 orang istri dan memperoleh 8 orang putra. Dari istri pertama (putri SARIBURAJA) :
a. SI BAGOT NI POHAN, keturunannya bermarga POHAN.
b. SI PAET TUA.
c. SI LAHI SABUNGAN, keturunannya bermarga SILALAHI.
d. SI RAJA OLOAN.
e. SI RAJA HUTA LIMA. Dari istri kedua (BORU SIBASOPAET, putri Mojopahit) :
a. SI RAJA SUMBA.
b. SI RAJA SOBU.
c. TOGA NAIPOSPOS, keturunannya bermarga NAIPOSPOS. Keluarga TUAN SORBADIBANUA bermukim di Lobu Parserahan - Balige. Pada suatu ketika, terjadi peristiwa yang unik dalam keluarga tersebut. Atas ramalan atau anjuran seorang datu, TUAN SORBADIBANUA menyuruh kedelapan putranya bermain perang-perangan. Tanpa sengaja, mata SI RAJA HUTA LIMA terkena oleh lembing SI RAJA SOBU. Hal tersebut
mengakibatkan emosi kedua istrinya beserta putra-putra mereka masing-masing, yang tak dapat lagi diatasi oleh TUAN SORBADIBANUA. Akibatnya, istri keduanya bersama putra-putranya yang 3 orang pindah ke Lobu Gala-gala di kaki gunung Dolok Tolong sebelah barat.
Keturunan TUAN SORBADIBANUA berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga dewasa ini.

Keturunan SI BAGOT NI POHAN melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. TAMPUBOLON, BARIMBING, SILAEN.
b. SIAHAAN, SIMANJUNTAK, HUTAGAOL, NASUTION.
c. PANJAITAN, SIAGIAN, SILITONGA, SIANIPAR, PARDOSI.
d. SIMANGUNSONG, MARPAUNG, NAPITUPULU, PARDEDE.

Keturunan SI PAET TUA melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. HUTAHAEAN, HUTAJULU, ARUAN.
b. SIBARANI, SIBUEA, SARUMPAET.
c. PANGARIBUAN, HUTAPEA

Keturunan SI LAHI SABUNGAN melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. SIHALOHO.
b. SITUNGKIR, SIPANGKAR, SIPAYUNG.
c. SIRUMASONDI, RUMASINGAP, DEPARI.
d. SIDABUTAR.
e. SIDABARIBA, SOLIA.
f. SIDEBANG, BOLIALA.
g. PINTUBATU, SIGIRO.
h. TAMBUN (TAMBUNAN), DOLOKSARIBU, SINURAT, NAIBORHU, NADAPDAP, PAGARAJI, SUNGE, BARUARA, LUMBAN PEA, LUMBAN GAOL.

Keturunan SI RAJA OLOAN melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. NAIBAHO, UJUNG, BINTANG, MANIK, ANGKAT, HUTADIRI, SINAMO, CAPA.
b. SIHOTANG, HASUGIAN, MATANIARI, LINGGA, MANIK.
c. BANGKARA.
d. SINAMBELA, DAIRI.
e. SIHITE, SILEANG.
f. SIMANULLANG.

Keturunan SI RAJA HUTA LIMA melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. MAHA.
b. SAMBO.
c. PARDOSI, SEMBIRING MELIALA.

Keturunan SI RAJA SUMBA melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. SIMAMORA, RAMBE, PURBA, MANALU, DEBATARAJA, GIRSANG, TAMBAK, SIBORO.
b. SIHOMBING, SILABAN, LUMBAN TORUAN, NABABAN, HUTASOIT, SITINDAON, BINJORI.

Keturunan SI RAJA SOBU melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. SITOMPUL.
b. HASIBUAN, HUTABARAT, PANGGABEAN, HUTAGALUNG, HUTATORUAN, SIMORANGKIR, HUTAPEA, LUMBAN TOBING, MISMIS.

Keturunan TOGA NAIPOSPOS melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. MARBUN, LUMBAN BATU, BANJARNAHOR, LUMBAN GAOL, MEHA, MUNGKUR, SARAAN.
b. SIBAGARIANG, HUTAURUK, SIMANUNGKALIT, SITUMEANG.

***DONGAN SAPADAN (TEMAN SEIKRAR, TEMAN SEJANJI)

Dalam masyarakat Batak, sering terjadi ikrar antara suatu marga dengan marga lainnya. Ikrar tersebut pada mulanya terjadi antara satu keluarga
dengan keluarga lainnya atau antara sekelompok keluarga dengan sekelompok keluarga lainnya yang marganya berbeda. Mereka berikrar akan memegang teguh janji tersebut serta memesankan kepada keturunan masing-masing untuk tetap diingat, dipatuhi, dan dilaksanakan dengan setia. Walaupun berlainan marga, tetapi dalam setiap marga pada umumnya ditetapkan ikatan, agar kedua belah pihak yang berikrar itu saling menganggap sebagai dongan sabutuha (teman semarga). Konsekuensinya adalah bahwa setiap pihak yang berikrar wajib menganggap putra dan putri dari teman ikrarnya sebagai putra dan putrinya sendiri. Kadang-kadang ikatan kekeluargaan karena ikrar atau padan lebih erat daripada ikatan kekeluargaan karena marga. Karena ada perumpamaan Batak mengatakan sebagai berikut: "Togu urat ni bulu, toguan urat ni padang; Togu nidok ni uhum, toguan nidok ni padan", artinya: "Teguh akar bambu, lebih teguh akar rumput; Teguh ikatan hukum, lebih teguh ikatan janji". Masing-masing ikrar tersebut mempunyai riwayat tersendiri. Marga-marga yang mengikat ikrar antara lain adalah:
a. MARBUN dengan SIHOTANG.
b. PANJAITAN dengan MANULLANG.
c. TAMPUBOLON dengan SITOMPUL.
d. SITORUS dengan HUTAJULU - HUTAHAEAN - ARUAN.
e. NAHAMPUN dengan SITUMORANG.

CATATAN TAMBAHAN:

1. Selain PANE, marga-marga cabang lainnya dari SITORUS adalah BOLTOK dan DORI.

2. Marga-marga PANJAITAN, SILITONGA, SIANIPAR, SIAGIAN, dan PARDOSI tergabung dalan suatu punguan (perkumpulan) yang bernama TUAN DIBANGARNA.
Menurut yang saya ketahui, dahulu antar seluruh marga TUAN DIBANGARNA ini tidak boleh saling kawin. Tetapi entah kapan ada perjanjian khusus antara marga SIAGIAN dan PANJAITAN, bahwa sejak saat itu antar mereka (kedua marga itu) boleh saling kawin.

3. Marga SIMORANGKIR adalah salah satu marga cabang dari PANGGABEAN. Marga-marga cabang lainnya adalah LUMBAN RATUS dan LUMBAN SIAGIAN.

4. Marga PANJAITAN selain mempunyai ikatan janji (padan) dengan marga SIMANULLANG, juga dengan marga-marga SINAMBELA dan SIBUEA.

5. Marga SIMANJUNTAK terbagi 2, yaitu HORBOJOLO dan HORBOPUDI. Hubungan antara kedua marga cabang ini tidaklah harmonis alias bermusuhan selama bertahun-tahun, bahkan sampai sekarang. (mereka yang masih bermusuhan sering dikecam oleh batak lainnya dan dianggap batak bodoh)

6. TAMPUBOLON mempunyai putra-putra yang bernama BARIMBING, SILAEN, dan si kembar LUMBAN ATAS & SIBULELE. Nama-nama dari mereka tersebut menjadi nama-nama marga cabang dari TAMPUBOLON (sebagaimana biasanya cara pemberian nama marga cabang pada marga-marga lainnya).

7. Pada umumnya, jika seorang mengatakan bahwa dia bermarga SIAGIAN, maka itu adalah SIAGIAN yang termasuk TUAN DIBANGARNA, jadi bukan SIAGIAN yang merupakan marga cabang dari SIREGAR ataupun LUMBAN SIAGIAN yang merupakan marga cabang dari PANGGABEAN. Selanjutnya biasanya marga SIAGIAN dari TUAN DIBANGARNA akan bertarombo kembali menanyakan asalnya dan nomor keturunan. Kebetulan saya marga SIAGIAN dari PARPAGALOTE.

8. Marga SIREGAR, selain terdapat di suku Batak Toba, juga terdapat di suku Batak Angkola (Mandailing). Yang di Batak Toba biasa disebut "Siregar Utara", sedangkan yang di Batak Angkola (Mandailing) biasa disebut "Siregar Selatan".

9. Marga-marga TENDANG, BUNUREA, MANIK, BERINGIN, GAJAH, BARASA, NAHAMPUN, TUMANGGOR, ANGKAT, BINTANG, TINAMBUNAN, TINENDANG, BARUTU, HUTADIRI, MATANIARI, PADANG, SIHOTANG, dan SOLIN juga terdapat di suku Batak Pakpak (Dairi).

10. Di suku Batak Pakpak (Dairi) terdapat beberapa padanan marga yaitu:
a. BUNUREA disebut juga BANUREA.
b. TUMANGGOR disebut juga TUMANGGER.
c. BARUTU disebut juga BERUTU.
d. HUTADIRI disebut juga KUDADIRI.
e. MATANIARI disebut juga MATAHARI.
f. SIHOTANG disebut juga SIKETANG.

11. Marga SEMBIRING MELIALA juga terdapat di suku Batak Karo. SEMBIRING adalah marga induknya, sedangkan MELIALA adalah salah satu marga cabangnya.

12. Marga DEPARI juga terdapat di suku Batak Karo. Marga tersebut juga merupakan salah satu marga cabang dari SEMBIRING.

13. Jangan keliru (bedakan):
a. SITOHANG dengan SIHOTANG.
b. SIADARI dengan SIDARI.
c. BUTAR BUTAR dengan SIDABUTAR.
d. SARAGI (Batak Toba) tanpa huruf abjad "H" dengan SARAGIH (Batak Simalungun) ada huruf abjad "H".

14. Entah kebetulan atau barangkali memang ada kaitannya, marga LIMBONG juga terdapat di suku Toraja di pulau Sulawesi.

15. Marga PURBA juga terdapat di suku Batak Simalungun.

Mauliate godang, Horas.........

Jumat, 02 Desember 2011

Silsilah Silahisabungan

Tarombo ini ada dalam museum disimpan Di Belanda (Lak-Lak=Tulisan Batak yang tertera di kulit kayu). Dari buku ini dijelaskan bahwa keturunan asli Raja Silahisabungan adalah memang sesuai yang disebutkan dalam Poda Sagu-sagu Marlangan (yang tertulis di Tugu Silahisabungan di daerah huta silalahi nabolak).
Raja Silahisabungan mempunyai 2(dua) isteri.
Isteri pertama adalah Pinggan Matio boru Padang Batanghari dan bermukim di Silalahi Nabolak dan isteri kedua adalah Milinggiling boru Mangarerak.
Dari boru Pinggan Matio, Raja Silahisabungan memiliki tujuh (7) putra dan satu (1) putri. Sedangkan dari boru Milingiling, Silahisabungan memiliki seorang putra. Kedelapan putra Raja Silahisabungan dan seorang putri tsb secara singkat dapat dijelaskan spt dibawah ini.
Dari isteri pertama lahir sbb:
1. Haloho (Loho Raja)
terdiri dari: 1. Sinaborno 2. Sinapuran 3. Sinapitu 4. Masopang
2. Tungkir (Tungkir Raja)
terdiri dari 1. SIBAGASAN 2. SIPAKPAHAN 3. SIPANGKAR
3. Rumasondi (Sondi Raja)
terdiri dari 1. RUMASINGAP 2. RUMABOLON
4. Dabutar (Butar Raja)
terdiri dari : 1. Rumabolon 2. Ambuyak 3. Rumatungkup
5. Dabariba (Bariba Raja)
terdiri dari: 1. Lumban Tonga 2. Lumban Dolok 3. Lumban Toruan
6. Debang (Debang Raja)
terdiri dari: 1. Parsidung 2. Siari 3. Sitao
7. Pintubatu (Batu Raja)
terdiri dari: 1. Hutabalian2. Lumbanpea3. Sigiro
8. Siboru Deang Namora.(putri)
Dari isteri kedua lahir satu putra yaitu:
1. Tambun(Tambun Raja)
terdiri dari: 1. Tambun Mulia2. Tambun Saribu3. Tambun Marbun
1. Haloho (Loho Raja) menikah dengan boru tulangnya Rumbani boru Padang Batanghari dan bermukim di Silalahi nabolak.Keturunannya sebagian pindah ke Paropo, Tolping, Pangururan, Parbaba. Haloho memiliki 3 putra yaitu : Sinaborno, Sinapuran, dan Sinapitu. Pada umumnya keturunannya memakai marga Sihaloho, dan hingga dewasa ini belum ada cabang marga ini.
2. Tungkir (Tungkir Raja) menikah dengan Pinggan Haomasan boru Situmorang dan bermukim juga di Silalahi Nabolak. Pasangan ini juga memiliki 3 putra yaitu : Sibagasan, Sipakpahan dan Sipangkar. Keturunannya pada umumnya memakai marga Situngkir terutama Sibagasan dan Sipakpahan, sedangkan keturunan Sipangkar sebagian besar telah memakai Sipangkar sebagai marga.
3. Rumasondi (Sondi Raja) menikah dengan Nagok boru Purba Siboro. Pasangan ini juga bermukim di Silalahi Nabolak. Keturunannya yaitu Rumasingap membuka perkampungan di Paropo.Rumasondi memiliki putra sbb : Rumasondi, Rumasingap, dan Rumabolon. Umumnya keturunannya memakai marga Rumasondi dan sebagaian memakai marga Silalahi (di Balige) dan bahkan Rumasingap juga dipakai sebagai cabang marga. Demikian juga Doloksaribu, Nadapdap, Naiborhu, Sinurat, telah digunakan sebagai cabang marga dan masuk rumpun marga Rumasondi.
4. Dabutar (Butar Raja) menikah dengan Lagumora Sagala. Mereka juga tinggal di Silalahi Nabolak. Dabutar ini mempunyai tiga putra yaitu : Rumabolon, Ambuyak, dan Rumatungkup. Umumnya keturunannya memakai marga Sinabutar atau Sinamutar bahkan Sidabutar.
5. Dabariba Raja (Baba Raja) menikah dengan Sahat Uli boru Sagala. Mereka bermukim di Silalahi Nabolak. Keturunannya memakai marga Sidabariba atau Sinabariba. Putrranya berjumlah tiga yaitu : Sidabariba Lumbantonga, Sidabariba Lumbandolok, Sidabariba Toruan. Mereka ini pada umumnya memakai marga Sidabariba.
6. Debang (Debang Raja) menikah dengan Panamenan boru Sagala, juga bermukim di Silalahi Nabolak. Keturunannya sebagaian menyebar ke Paropo. Debang Raja mempunyai 3 putra : Parsidung, Siari dan Sitao. Umumnya keturunannya memakai marga Sidebang atau Sinabang.
7. Pintu Batu (Batu Raja) menikah dengan Bunga Pandan boru Sinaga, juga tinggal di Silalahi Nabolak. Memiliki 3 putra yaitu : Hutabalian, Lumbanpea, Sigiro. Keturunannya menggunakan marga Pintu Batu, tetapi keturunan Sigiro sebagian memakai marga Sigiro.
8. Tambun (Tambun Raja) adalah putra Raja Silahisabungan dari si boru Milingiling. Ketika masih remaja, Tambun meninggalkan Silalahi Nabolak menemui ibu kandungnya di Sibisa Uluan. Tambun menikah dengan Pinta Omas boru Manurung dan bermukim di Sibisa. Dari Sibisa keturunannya berserak ke Huta Silombu, Huta Tambunan dan Sigotom Pangaribuan. Putra raja Tambun berjumlah tiga orang yaitu : Tambun Mulia, Tambun Saribu, Tambun Marbun. Umumnya keturunannya memakai marga Tambun dan Tambunan, bahkan di antaranya memakai marga Baruara, Pagaraji, Ujung Sunge.
Di samping marga-marga yang disebut di atas, anak-anak Raja Silahisabungan dari isteri pertama memakai marga Silalahi. Sedangkan keturunan Tambun tetap menggunakan marga Tambun (oleh keturunan Tambun Uluan) atau Tambunan (oleh keturunan Tambun Koling).
Kekerabatan berdasarkan Padan : 1. Tampubolon dan Silalahi 2. Sitompul dan Tampubolon, dengan demikian Silalahi juga berpadan dengan Sitompul
(disadur dari www.silahisabungan.com)

Selasa, 01 November 2011

Presentasi slide dengan flash 8

Saat ini begitu banyak sofware (perangkat lunak) yang dapat digunakan untuk membuat slide presentasi. Microsoft Power Point merupakan perangkat lunak yang umum digunakan. Alasannya, karena perangkat lunak tersebut mudah untuk digunakan, dapat menghasilkan slide-slide presentasi yang menarik dan juga karena perangkat lunak ini cukup user-friendly.
Namun, perangkat lunak presentasi tidak hanya Power Point, misalnya kita dapat membuat slide presentasi dengan Macromedia Director, Macromedia Captive, Flash Point Macromedia Flash dan lain-lain. Salah satu yang populer saat ini adalah Macromedia Flash.
Beberapa keunggulan Macromedia Flash diantaranya:
1. Menghasilkan animasi yang powerfull
2. Memiliki feature-feature yang tidak dimiliki perangkat lunak lain
3. Kemampuan untuk di-explore lebih dalam
Akan tetapi, untuk membuat slide presentasi di Macromedia Flash tidak semudah ketika kita membuat slide presentasi di Microsoft Power Point. Jika Anda ingin mempelajari Macromedia Flash dari dasar Anda dapat men-download semua modul yang ada di blog ini di menu Flash Tutorial.
Berikut ini Anda dapat men-download modul mengenai cara-cara pembuatan slide presentasi di Macromedia Flash.

Jumat, 28 Oktober 2011

Aplikasi pencari kunci lagu

Suatu saat anda ingin mencari kunci lagu,tetapi anda kesulitan mencarinya karena susahnya nada sebuah lagu..
nah di sini saya memberikan aplikasi untuk mencari kunci2 lagu.....
anda bisa secara otomoatis mendapatkan kunci lagunya kecuali jika anda yg feeling nya sudah bgus mgkn aplikasi ini tdk di perlukan bagi kalian yang benar2 hobi musik...
jika ingin mendownload aplikasinya silakan download disini

IT,S ME...!!!!!!!!!!!!




Kamus Bahasa Indonesia-Batak

KAMUS INDONESIA – BATAK

Berikut ini adalah kamus Bahasa Indonesia – Bahasa Batak yang disusun saudara Binsar Parningotan Napitupulu. Dengan Kamus ini diharapkan sedikit banyak membantu untuk persiapan penulisan berbahasa batak bagi mereka yang minim perbendaharaan bahasa Batak.  Penyusunnya juga mengharapkan masukan dari kita semua untuk kesempurnaan dan perbanyakan perbendaharaan kata.

Direncanakan juga dengan penyempurnaan kamus ini akan dibuat kamus Bahasa Inggeris – Batak.
.
abang abang angkang
abg (anak baru gede) bajarbajar, siuoruor
ada adong, ada, tidak ada-soada
adik adik lakilaki - anggi
adop hadap; maradophon
adu alu, aluhon – adukan, dialuhon – diadukan, mangalualu – mengadu nasib
agak tar; agak cantik – tar uli
agap tawa terbahak-bahak
air aek; air terjun – sampuran, air mata – ilu, menetes air mata – manetek ilu; basah – maraek
ajak togi, mengajak manogi, ajaklah – togihon, pemimpin – partogi
ajimat parsimboraon, simbora parlapikon
aku ahu; mengakui – marhatingkoshon
alot jogal
amat, mengamati tillik; manilik, maniliknilik
ampat opat
andai molo, andai kata bisa – molo boi nian
angin alogo – angin ribut – ampilas
antar taru; antarkan – taruhon
antuk ondok, mengantuk mondokondok
apa aha; mengapa – mahua, apapun – lan
apel tandang, pergi ke rumah gadis untuk pacaran – martandang
appear agar; appearanceagar, bagak, dorang, jeges, jagar, lago, uli
arah odong, dipaodong – diarahkan; dompak, dompak hambirang – arah kiri, dompak siamun arah kanan; dihadapi –didompahi; diarahkan – dijuju
arang agong
arti lapatan, artinya – lapatanna
asam igar, rudang; terlalu asam – maigarhu; jeruk asam – unte rudang
asap timus, berasap – martimus
asing duru; diasingkan – sipaduruon
atap tarup
atur ture, mengatur – pature, palsu – pinatureture; aturan – ruhut; aturan peradatan – ruhut ni paradaton
awas, jaga ramot, mengawasi, menjaga – mangaramoti
ayah amang
ayo tole, ayo lah , tole
bagaimana beha, boha, apa yang harus dikerjakan – beha bahenon, boha bahenon
bagus jeges
bahas uhal, membahas, manguhal, menganalisa
bahaya mara; ditimpa bahaya – marmara, tempat bahaya – parmaraan
bahu abara, diabarai, mangabarai, parsitangkingon. Diabarana i do dibahen siboanonna i. Diabarai ibana do sude harugian i. Ibana do mangabarai sude ulaon i.
baik denggan, diperbaiki – dipadenggan, padengganhononhon
bajak tinggala
baju, pakaian abit
bakar tutung; terbakar – matutung; heater (pembakaran) – tataring
bangun dungo
banyak torop, godang, banyak yang kamu tahu – godang parbinotoanmu, sangat banyak – bahat nai; banyak orang – torop jolma; banyak orang – torop jolma; kebanyakan -pagodanghu
bapa, ayah amang
barang dagangan boniaga
batang kambona, sebatang – sangkambona
bayar garar, kubayar – hugarar, membayar – manggarar
baur saor, berbaur – marsaor
bebek bibi
bekal borhatborhat
bekas tihas
bela tutur, pembela – panuturi, memembela – manuturi
belakang pudi; terbelakang – parpudi; dibelakang – dipudi; dibelakangi – ditundali
beli tuhor, membeli – manuhor, di beli – nituhor
benar tingkos, toho; membenarkan – marhatohohon; tutu; sebenarnya – antong
benih boni
benjol punil, boasa punil bohim, marbadai do ho?, berbenjolbenjol – marduguldugul
bentak songgak; dibentaki – disonggahi; saling mementak – masisonggahan
bentang alam hajangkajang
berangkat borhat
berat borat; keberatan – haboratan
berdiri tindang, jongjong
berhenti sohot, maradian
beri lehon; memberi – mangalehon
beringin jabijabi
berkas, bungkus borhos; seberkas – samborhos
berkat pasupasu
bersama-sama rampak, rampak do sibenet dohot lae na i
bersih ias, bersihkan – paias; dengan jujur – ias ni roha
bertambah, ganda more
besar balga; lebih besar – balgaan; terbesar – umbalga; jalan besar – dalan balobung; besar – bolon, terlalu besar – pabolinhu
besok sogot, besok lusa – sogot haduan
bidan sibasoh
bijak ampa, bahasa ladang – arda diladang; bahasa bijak – ampa ardang;
bijaksana bisuk
bilang dok; yangdikatakan (dibilang) – pandok; katakan – dokkon
bimbing togu, membimbing – manogu
bingung bojok, (heran) longang, maoto (oto)
bisik husip; husiphon ma tu ahu aha do na dibagasan roham
bohong gabus; berbohong – margabus; pembohong – pargabus
buah parbue
bual buras, kombur; berbual – markombur
buang ambolong, ambolonghon; pembuangan – panduduron
bujuk, mohon elek, elekelek, bujukan – pangelek, membujuk – mangelek
buka buka, buha
bukit robean, robean na timbo (dolok)
bulan bulan, bulan tula – bulan purnama?
bulat tingko, gonong
bumi, dunia portibi, hasiangan
bundar tingko, lunjung
bunuh pamate, pembunuhan berencana – todos, pusa
bunyi huling (kuling); berbunyi –mangkuling; lonceng – hulingkuling
burung pidong; pidong patiaraja; pidong sigak; pidong imbulubuntal; amporik; pidong araroma; pidong lote – burung puyuh
buta pitung, mapitung
cabut bubut, mambubut, mencabut, mangurati; borgat (cabut untuk tumbuh2an, bersama akarnya); maborgat – tercabut; mamborgat – mencabut
cakar tambirik,
cape loja
cari lulu, lului; mencaricari – lulululu, mencari – mangalului
cecer, serak sabur
cekatan bontis
cela, raib tihas
cepat tibu
cerdik, bijaksana bisuk
cerita torsa, torsatorsa, cerita rakyak – turiturian
ceroboh, keras kepala, suka melawan tois
cicak boraspati
cicip dai, rasakan – daihon
cincang tanggo, mencincang – mananggoi – sangsang
cinta, kasih holong
cium umma, mangumma, masiummaan, masiummaummaan – bercium-ciuman
coba, dicoba disuba
cubit gotil, unang sai gotil anggimi
cukup sae
cuci buri, air pencuci – aek pamurion
curi tangko; mencuri – manangko
dahi, muka, wajah bohi
dagangan boniaga, tigatiga; marboniaga – berdagang; parboniaga – pedagang, dagangan – tigatiga, berjualan – martigatiga
daki, mendaki, naik, menanjak nangkok, mendaki ke bukit – nangkok tu dolok
dalam bagas
danau tao
dapat dohar, didapat, diperoleh – mandohar
dari sian, dari situ – sian i
datang ro, sudah datang – nga ro, nungnga ro
daun bulung, daun beringin – bulung ni hariara
debat sinambul, tukang debat – parsinambul
dekat jonok
delapan ualu
dengar bege, didengar – dibege
dengkul, lutut dugul, ulu ni tot, mendengkuli – mandugul
depan jolo, ke depan – tujolo, masa yang akan datang – tujoloan, dahulu – najolo, pertama – parjolo
deras, lebat dobar; mansai dobar do parbue ni pinasa i; dobar do udan i
derita, penderitaan siaginon, parniahapan
desak abuk, diabuk, mangabuk, mabuk, pangabuk. Unang sai abuk ibana
dia ibana
diam sip, hehem, pendiam – sijalo sipsip
didih gurgur, mendidih – magurgur
dingin ngali
doa tangiang; tabas
dua dua, duabelas – sampulu dua
duga agak – sura
dunia portibi
ejek ehet, mangehet
elang (burung) lali
emas sere, emas palsu – suasa
embun ombun
enak tabo; tabo ma lompalompa ni inang on; enak didengar – lengenlengen
enam onom
filsafat risa, filosofinya – risana; ilmu filsafat – raksa risa
gagak (burung) sigak
gali, telaah uhal; menelaah – manguhal
gampang mura, sangat gampang – sai nura
ganjil geduk
gelap holom
gema saringar
gemetar manggirgir
gendong abing, abin, mangabing, diabing, abingan
gerak, bergerak, mulai melangkah hinsat
gerangan ulaning, apa gerangan – aha ulaning
gerimis simbur, simbursimbur
gimana, bagaimana beha
goblok oto
guna hasea; menggunakan – marhaseanghon; memanfaatkan – mamparhaseanghon
gundul saesae
habis suda, habis-habisan – tumpur
hajat lolo, palolo jabu – hajat membangun rumah, hajat melaksanakan pekerjaan – palolo siulaon; hadirin – loloan na torop; berkumpul – marlolo
hak tohap, agat; hak milik kita – aganta
hambur, berserakan abur, diaburhon mangaburhon, maraburan, marabur, maraburabur
hanya holan, hanya sedikit – holan saotik, ondeng
hanyut maup
haram rumar, hata rumar – kata kotor, kata yang tidak sopan
harap sinta harapan/citacita – sintasinta, diharapkan – dipasinta
hari ari
harta agat, arta, hamoraon, ugasan
hasea berguna; so hasea – tidak beguna; marpahaseang, humaseaan – lebih berguna
hasil omo, bekerja – mangomo. penghasilan – naniomo
hati, perasaan roha, senang hati las roha, hatihati – nangetnanget, nanget
hebat bongak, mininggikan diri – pabongakbongakhon
hembus ombus
henti, diam so; berhenti – paso
hidup ngolu
hijau rata; menghijau –ratarata
hilang mago
hitam birong
hitung etong
hujan udan, hujan es – ambolas; udan na so hasaongan, alogo na so hapudian
hutan harangan
hutang singir
hujan udan, hujan es – ambolas
ibu inang, ibu yang baik hati inang soripada, inanta i, our madam
ikan dengke, ikan mujahir – dengke jair
ikat kepala bulang
ikut ihut; mangihuti; dohot; pengikut – parsidohot; ihit, mengikuti – mangihiti
ilmu raksa, mangaraksa-berilmu, pengetahuan – pengetahuan
indah uli, betapa indahnya – mansai uli
ini on, seperti ini – songon on
injak dege
ipar tunggane, hubungan antara suami dan saudara istri – partungganean
istri ripe; istrinya –ripenai; calon istri – oroan
itu, seperti itu I, songon i, songon an
jadi saut, gabe
jahat jungkat, berhati busukgeduk
jahe pege
jalar insir, ular menjalar – manginsir ulok
jam pungkul, jam berapa – pungkul piga
jambu batu antajau
jampi tabas
jangan unang, jangan sampai – sotung, jangan sampai rusak nanti – sotung sega annon
janggal haduk
jantung taroktok; bukbak taroktokna – berdebar jantungnya
jatuh dabu, madabu, jatuh untuk manusia tinggang
jauh dao
jawab alus, menjawab –alusi, dijawab – dialusi, saling menjawab – masialusan
jebakan lupaklupak
jejak bogas, menetapkan langkah (untuk masa depan – pernikahan) – parbogasan
Jelajah adang. Nungga sude diadangi ibana alai ndang jumpasa
jelas, menjelaskan nalnal, panalnalhon, patiar; jelas terlihat – tedak, tedak songon indahan di balanga
jelek roa; terjelek – rumoa
jengkol joring
jenis, ragam ragam
jernih tio
jodoh rongkap
jujur tigor – (tidak jujur) geduk
kacau gaor; kacau balau – sursar
kadang sipata
kain, pakaian abit, diabiti, diabithon, mangabiti, marabit, parabiton
kakak/adik(perempuan) ito
kaki pat
kalau molo
kambuh manombo
kami hami
kamu hamu
kandungan tabutabu, kandungannya – tabutabuna
karena alana
kasih lehon, kekasih – hallet, kasihan – asi
kasur podoman
kata hata, dok ; katakan – hatahon, dokhon; sepatah kata – sangkambaba; katakan - dok, paboa; dikatakan – didok; dipaboa
kau ho
kawan dongan, kedan
kawin sohot, mengawinkan – pasohot, perkawinan – parsohotan; berrumah tangga – marhasohotan
kaya mora; beradamamora
kebenaran sintong, kebenaran yang tak perlu dikatakan – hata hehem
kecil metmet, hetek, saling menganggap rendah – masihetehi; sebagian kecil-punsu tali; masa kecil (anak2) –gelleng
kedai lapo, kode
kejut hiap, terkejut – tarhiap
kejut, terkejut, cemas muningan, boasa muningan ho hasian
kekasih, pacar hallet
kelahi bada, berkelahi – marbadai
kelapa harambir
keluar haruar
kemarin nantoari
kembar silinduat
kenal tanda, terkenal – bongal
kendala abat, abat-abat- berbagai rintangan
kepala ulu, simanjunjung
kerabat ampara (sisolhot)
keras pir, terlalu keras – papirhu
keriap gulmit, manggulmit
kering hasang, mahiang
keringat hodok, keringatan – hodohan
kerja ula; bekerja – mangula; kerja keras – todos; kerjakan ulus, pekerjaan – ulaon; gotong royongmangarumpa
keruh litok; litok aek di jae tingkirhon tu julu – keruh air di muara, lihat ke hulu
ketika andorang, hatiha
keturunan pinompar, pomparan
kilat hillong, mengkilat – marhillong
kira rimpu, rippu; kirakira – hirahira, kukits – hurimpu
kirim tongos, mengirim – manongos
kodok tohuk, tojak
kosong rumar, harus dihabiskan – ingkon rumar do i
kuat gogo, togar
kukuh togu
kulit hulinghuling, kalimat tanya untuk suatu tekateki – hulinghuling ansa, jawabannya ansa, atau hutisa
kumpul lolo, berkumpul – marlolo; hadirin – loloan
kusut rundut
koreksi, perbaiki pature; marsipatureturean
kuda hoda
kumpul pungu; berkumpul – marpungu; kumpulkan punguhon
kunjung topot, mengunjungi – manopot
kurang hurang; kekurangan – hahurangan
kusut rundut
kutuk sapata – bura
ladang hauma; berladang – marhauma
lagi dope, muse
lagu logu, marlogu sada, marlogu dua- ende
lah ma, nian – baenma, unang manian
lahir bila yg lahir laki-laki disebut tubu, bila yg lahir perempuan disebut sorang
laki baoa, lakilaki – dolidoli
lalai lalap
lalat lanok
lalu, berlalu salpu
lampias sombu, melampiaskan rindu – pasombu sihol
langsung tidak menunggu-nunggu – pintor
lapang tardas, lapangan rumput – adaran
lapar male, kelaparan – haleon
lari lojong, berlari – marlojong; lari terbirit-birit – lintun
lawan alo, dugu, maralo, mardugu-melawan
layu malos, mabap
lepas talhus
lepau, kedai lapo
lepek, basah kuyup tonu
lembu jantan jonggi
lempar sampat, lemparkan – sampathon, dilemparkan – disampathon
lenggang ambe, berdendang – mangambe
lengkap timpas
lengket longkot, lepas – longkang
lengkuas halas; tuhor jolo halas i asa mangalompa itom
lewat lewat –bolus; , melewati mamolus; dilewati – dibolus; lewat (waktu) – bolus
iar riar, hijang, unto boruboru na riar (hijang)
liat, kaku jogal
licin sulandit tergelincir – tarsulandit
lidah dila, abas, albas, mangabas – melambai, mangalbas
lihat bereng, tingkir
liur tijur, ijur, manijuri – meludahi
lima lima
limpah arar, marhuarar -berlimpah
lonceng hulingkuling
lompat timbung; melompat – manimbung; tollu, manollu – melompat kebawah
ludah, air liur tijur
luncur runsur
lurus, jujur tigor, manigor, hatigoran, partigor, patigorhon panigoran
lutut, dengkul ulu ni tot
mahal arga, arga do bona ni pinasa
main meam, permainan – parmeaman
maju (agung, timbul, berjaya) timbul
makan allang; pangan; makanan – panganon, allangon; sipanganon
makmur duma, maduma; kemakmuran – hadumaon
malam borngin
malas age, bermalas-malasan – mageage, measeas
malu ila; memalukan – pailahon; saling memalukan – marsipailaan; urak, malu aku – murak ahu; dipermalukan – dipaurak; tarurak, paurakhon, haurakon
mampet, macet sundat
mandi maridi, mandi diluar – martapian
manis tonggi, terlalu manis – patonggihu, paling manis – tumonggi
mati mate, monding, parjolo; mati tiba2 – tidas, menghembus nafas – tos hosa; mati tenggelam – mogap
minta ido, meminta – mangido, permintaan – pangidoan
muka(bagian tubuh) bohi
muncul mullop, muncul berulang-ulang – mullopullop
pemamah biak sigagat
mama inang inong
manusia jolma, manisia
masak lompa, memasak – mangalompa; masak dengan asam saja – ura, yang dimasak dengan asam – naniura
masak (buah) mabe, malamun
masih dope, masih ada – adong dope
masuk bonggot, tempat masuk – habongotan
mata mata, simalolong; mata air – pansur
mau olo, saya mau – olo do ahu
melata manginsir
mentah tata; martata sumping -tersenyum
merah rara
mereka nasida
mimpi nipi, pemimpi – parnipi
minum inum
minyak miak; maiakna ma jo panggorengna
miskin pogos; melarat – lea pogos
mudah mura, mudah – mudahan – mudahan, semoga anggiat
mulut baba, sepatah kata – sangkambaba
musuh tihus, manihus – mengejar musuh
muncul mullop
murtad tundal, panundalan – kemurtadan, panundalan manginsobut tu ho
nafsu pangimbung, pangimbungna – nafsunya
naik nangkok
nakal tilhang, jekjek
nangka(buah) pinasa
nanti annon
nasib siahapon
nasihat soso, kunasihati – husosoi
naung (teduh) ingan, bernaung – maringan
nikah, menikah untuk lakilaki mangoli, pelakunya pangoli, untuk perempuan muli, yang dinikahi – nanioli, menikah kembali – imbangna , panoroni
nyanyi ende; bernyanyi – marende; nyanyi cinta – ende ende arur
nyata nata; terbuka, jelas – tedak; terus terang tidak sembuny2 atau berpura-pura – sitedak rupa siboto goar
nyeri borit
obat, mengobati mandaoni
oleh oleh karena itu – angkup ni i
olok rehe memperolok – mangarehe, contoh birong gelek, sirara obuk, sihariting mosok dll
orang halak; jolma
pacar hallet
padang gurun halonganan
pahat lotik
pakaian abit, diabiti, diabithon, mangabiti, marabit, parabiton. Abit na arga do pinangkena i Nang pe rintik ibana, alai tong do diabiti bondana i.Painte jolo diabithon mandar na i. Angka ina do disuru mangabiti ina na monding iingkon marabit do angka namarbaju parhobas i asa denggan
paku labang
palsu, menyimpang dari kenyataan lipe, pinatureture, emas palsu – suasa
panen gotil; memanen – manggotil
panggil, undang jou, saling memanggil – masijouan; undangan joujou
pangkal bona
pangku abing,abingan-pangkuan, diabing-dipangku , mangabing-memangku. Abing ma jolo anakmi asa pasusu. Diabingan ni inana I do ibana modom. Diabing ma anakna I huhuty dipasusu. Boasa ho mangabing anakmi, tudia horoha inantam
pantang subang, orang yang mempunyai pantangan – parsubang; menjadi pantangan – tarsubang
pantas, bagus, cocok, pas tama; une – naung une ma sude na binahenmi
parit bondar
pasar onan
patah, rusak matopik
patut tama
payudara tarus, putting payu dara – ulu ni tarus; manarus – menyusu; patarushon – menyusui; adop
pedih ngotngot
pemimpin, panggilan untuk penghormatan raja
pendek jempek
pengumuman tingting; mengumumkan – martingting
penuh gok; dipenuhi – dipasiat – dipasiatma pangidoanki
pepaya botik
perahu solu, berperahu – masisoluan
peraturan, hukum patik
percaya, dapat dipercaya bontor
percik percikan pispison
perempuan boru
periuk hudon
perjanjian padan
perkakas tenun sabang
perlu ringkot, mangaringkothon
pernah hea; tidak pernah – ndang hea
permisi santabi
perut boltok
pesan tona
pesta, rapat lolo; berkumpul – marlolo; kumpulan – loloan
peti mati abal-abal
petuah pitua, pitua nitabas ingkon jumolo disiup
pijat dampol
pilih pillit; memilih calon istri – mangaririt, pemilih calon istri – pangaririt
pindah morot, morot tu na asing
pinta tami, meminta – manami
pintar bistok
pintar malo; belegak pintar – pamalomalohon
piring pinggan
pisah sirang
pisau sadap agat, tukang sadap – paragat
potong tanggo, memotong ( dengan parang) – mananggo
pudar sosa
pukul balbal, dipukuli – dibalbali
pulang mulak, pulang kerumah – mulak tujabu
pundak abara
pungut ain
putih bontar
putus tos, matos; memutuskan – manotos; manotosi
rahasia umum hata haurahon
rajin ringgas
ramai torop
rantau ranto, ratto, pangantantoan
rapat, musyawarah rapot
rasa taon – dirasa ditaon, merasakan – manaon; mengalami duka cita – marsitaonon; sependeritaan – sapartinaonan
rasa ahap; dirasa – diahap; penderitaan – parniahapan; roha; perasaannya – rohana; terge, manerge, diterge rasa dai, enak rasanya, tabo daina, dirasai – didai
rasa dai, enak rasanya, tabo daina, dirasai – didai
rasa roha, kurasa – huroha
rela pos, rela hati – pos roha
rendah hetek; rendah hatiserep roha
rindu sihol; merindu – masihol
rintangan abat-abat
rumah sopo, jabu, bagas
rumput duhut, merumputi – manduhuti, marbabo, mambaboi
rusak sega, merusaki – manegai
saat uju, saat ini – uju on; ombas, saat ini – di ombas on
sabar, bersabar saep
sahabat aleale
saja ondeng, sambing
sajak ardang, pangardang – pembuat sajak
sakit hansit, sakit sekali – hansit nai; borit; menyakitkan – naboritan
sakit sahit, sedang sakit – marsahit
salam (tangan) jalang
salam selamat, sejahtera, teguh horas
sama dos, sama rata – ris
samar, menyamar tinda, patinda rupa
sampai sahat, ro dina, rasirasa; sampai sekarang – ro dina saonari, sahat tu sadarion, rasirasa nuaeng; sampai mati – rasirasa mate
sangat pala, apala, sapala; sangat panjang – apala ganjang
sangat sai, sangat-sangat – mansai, sangat gampang – sai mura, sangat-sangt cantik – mansai uli
sanggup tolap, tolap gogo; yang aku sanggup – tolap au
santun donda
sarong mandar
satu sada
sawah saba
saya ahu, iba
sebar, serak, tersebar marserak, menyebarkan – paserakhon; parserahan – tempat yang tersebar
sebelas sampulu sada
seberang ipar; menyeberang – taripar, menyeberangi sungai – manaripari batang aek
sedia tupa; menydiakan patupahon
sedia, siap rade, sudah sedia – nungga rade, disiapkan, disediakan – diparade
segera, tergopohgopoh busbus, menggugurkan kandungan – busbushon
segi suhi, bersegi-segi – marsuhisuhi
sekaligus huhut
sekarang nuaeng, saonari
selamat, pelihara ramot, menyelamatkan, memelihara – mangaramoti
selesai sae,sidung, sudah selesai nungga sae; pasidunghon – menyelesaikan; penyelesaian -pansidungi
selimut ulos
semak somak
semangat simangot
sembilan sia
sembunyi, tersembunyi, tersumbat solpa
sempat sanga, menyempatkan – pasangahon; kusempatkan – husangahon
senja botari
sembur bursik, disemburkan – dibursikhon
sempurna tang
semua luhut, saluhut, semuanya – saluhutna; sude, semuanya – sasudena
semut porhis
sengat doit, menyengat – mandoit
seperti songon
sepi, sendiri punjung, – mati tak ber anak – mate punjung; tersisih – tarpunjung
sepuluh sampulu
sesak ponjot
sesal humordit
serak, jatuh berserakan abur, diamburhon, mangamburhon, maramburan, marabur, marabur-abur. Abur do eme na inoanna i. diaburhon do indahan na di piring na I ala ni murukna. Holan ibana do mangamburhon arta ni amana i. Maramburan do baras sian karung na matombuk i. Marabur do ilu sian mata ala ni ngotngotna
seru (kata seru) ate
serupa suman
siang arian
siap, sedia rade, sudah siap – nungga rade
sifat bangko, tibas
silau sillak, marsilak; kemilau – sumillak
silsilah tarombo, partuturan
sinar sondang, rondang (bulan)
sirih napuran, napuran tanotano
sobek ribak – dirobek – ribakhon, menjadi sobek maribak
sopan pantun, bersopan-sopanan – marhapantunon
suara soara
subur, memberikan hasil yang baik berkembang biak dengan baik sinur
sudah nga, nungga, sudah datang – nungga ro
suka, rajin, bersemangat girgir; tung mansai girgir do ibana na markarejo i
sumpah tolon – bersumpah – manolon, patolonhon
sungai binanga, batang aek
susah susa, jangan sampai susah kita– sotung susa hita
tabah, tekun benget
tabung bambu abal-abal
tahu boto
taman porlak
tambah tamba, lam; tambah kuat – lam gogo
tampar pastap
tanaman suansuanan
tangan tangan
tangkap (maling) barobo
tanya sungkun, pertanyaan – sungkunsungkun, muningan; saling bertanya – masisungkunan
tatap tatap; menatap – manatap
tawa engkel, marengkel, mengkel, mengkelengkel, terbahak-bahak – mengkel suping, saling menertawakan – masiparengkelan
tebang taba, kayu itu ditebang – ditaba hau i
tebing tolping
tega hum ; tega hati – hum roha
tegap togos
tegar tohom
teguh togu
teguk dorguk
tekateki ansa-ansaan
tekun (tabah) benget
telan bondut
telanjang saesae, marsaemara, salangsalang
telur pira; tolor; buah pelir pirapira; bertelur – marpira
teman dongan; teman membuat kita berharga – dongan do hatotoga
tembakau timbaho
temu jumpang, domu; bertemu – pajumpang, mardomu; pertemuan – pardomuan
tempat ingan, inganan; tempat tidur – podoman
tenang pos, tenang hatimu – pos roham
tengah tonga
tenggelam bonom
tenggen, setengah mabuk mordong
tengok tingkir
tentu tontu, ate, men-iakan/meyakinkan – antong; meminta persetujuan – ate, memastikan tontu
tepat topet
tepuk tangan marlapaklapak (martolap)
tepung beras nitak, nitak gurgur ( tepung beras jang lembut)
terang tiur; torang; terang bu;an – rondang ni bulan i
terbang abang, habang
terbalik tundal
terbang habang
terbirit-birit lintun
terbit poltak (bulan); binsar (matahari)
terbuka (jelas) tarngap
terima jalo, menerima – manjalo, terima kasih – mauliate
ternak pinahan, ternaknya gemuk2 – pinahanna pe mokmok
tiang penyanggah panangga
tidak ndang, tidak ada – ndang adong; tidak ada – soada, Soada na hurang diibana
tidur modom, podoman-kasur; tertidur – tarnono; tidur nyenyak – renge modom
tiga tolu
tikar ampe
timah hitam simbora
timbang antan, menimbang-nimbang – mangantan; timbang,perkiraanrajum, dipertimbangkan – dirajumi
timbul timbul
timur habinsaran
tinggi timbo
tinta mangsi
tording peraturan
tuak tuak na tonggi, tuak na pang, tuak tangkasan
tuan rumah (pemilik acara yang bertanggung jawab) suhut
tujuh pitu
tuli nengel
tulis gurit, tuliskan – gurithon; surat, menulis – manurat, tuliskan – surathon
tumpah sabur
tunda, menunda mahilolong
tunggu ima, inte, paima, painte, ditunggu – dipaima, dipainte, tunggu dulu – inte ma jolo
tunjuk tida, patidahon
tuntun togu, menuntun – manogu, manogunogu
turun tuat; keturunan – pinompar, pomparan, rindang
uang hepeng, humisik
ubi, ubi kayu gadong
ujung ujung
ulak kembali, paulak – kembalikan
ungkap, terungkap tardas
upah upa
usai simpul, sae
usir bali, mengusir -pabali
wajah, muka bohi
waktu tingki, tikki ; zaman dahulu –tingki na galia; hatiha
warisan arta pusaka X paneanon (ima kuasa na dohot paksa
wibawa tunggun, sanggam